SEAMEO CECCEP Gelar Fokus Grop Discussion untuk penyusunan Modul Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan melalui program parenting



Bandung, 15-17 Agustus 2024 – SEAMEO CECCEP baru-baru ini mengadakan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) mengenai persiapan modul transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) melalui program parenting. Acara ini diikuti oleh praktisi, akademisi, dan staf SEAMEO CECCEP. Penyusunan modul ini diharapkan dapat membantu orangtua dalam mempersiapkan anak untuk dini masuk jenjang sekolah dasar dengan baik.

Diskusi ini mencakup berbagai topik krusial, seperti penanganan miskonsepsi terkait calistung (baca-tulis-hitung) di kalangan orangtua, faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman orangtua mengenai transisi PAUD-SD, serta proses penyusunan modul itu sendiri.

Profesor Vina Andriani, Ph.D., Direktur SEAMEO CECCEP, menekankan bahwa pengembangan modul harus berlandaskan pada hak-hak anak, memastikan bahwa modul ini dapat memenuhi kebutuhan holistik mereka. Asep Subagja, Kepala Divisi Capacity Building, memimpin sesi diskusi dan menyatakan harapannya agar modul ini dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi orangtua dan guru.

Redi Awal Maulana, M.Pd., menyampaikan harapannya agar modul ini dapat membangun komunitas yang mendukung orangtua dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mendampingi anak selama transisi. Ia membayangkan modul ini sebagai sumber daya berharga yang menawarkan panduan praktis dan wawasan teoretis yang sesuai dengan pengalaman anak.

Diskusi juga membahas rencana untuk mengadaptasi modul ke dalam format video dan e-flyer, serta mengintegrasikan konsep gizi seimbang untuk anak usia dini. Profesor Vina menekankan pentingnya modul yang komunikatif dan mudah diakses, menghindari tips yang kaku dan sebaliknya menawarkan narasi yang resonan dengan audiens yang beragam.

FGD ini diakhiri dengan komitmen untuk memastikan modul ini menjadi sumber belajar yang berkelanjutan bagi orangtua, bukan hanya sebagai tugas tambahan, tetapi sebagai alat yang efektif untuk mendukung pendidikan anak dan menjadi referensi bagi orangtua. Pelatihan lanjutan dan workshop bagi orangtua juga dicatat sebagai komponen penting dalam implementasi yang berhasil. 



Bagikan Artikel