Pada 15 Januari 2026 Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, Ph.D telah menjadi narasumber dalam kegiatan akademik bertema “Southeast Asian Perspectives on Early Childhood Development: Promises and Challenges” yang diselenggarakan oleh Department of Educational Psychology and Counselling, Faculty of Education, Universiti Malaya.
Pemaparan yang disampaikan bertajuk Southeast Asian Perspectives on Early Childhood Development. Forum akademik ini menghadirkan diskusi lintas perspektif mengenai perkembangan anak usia dini di kawasan Asia Tenggara, dengan menyoroti berbagai peluang sekaligus tantangan dalam mewujudkan pendekatan Holistic Early Childhood Development.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Vina Adriany menegaskan bahwa signifikansi Early Childhood Care and Education (ECCE) sangatlah nyata dan telah diakui secara global. Ia menyampaikan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) secara jelas menempatkan peningkatan akses dan kualitas ECCE sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan global. Menurutnya, manfaat ECCE tidak hanya berdampak pada perkembangan individu anak, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional, termasuk dalam meningkatkan keadilan sosial dan mengurangi kemiskinan di masa depan.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Vina Adriany memaparkan berbagai tantangan dan hambatan dalam implementasi pengembangan anak usia dini secara holistik, antara lain keterbatasan pendanaan dan alokasi sumber daya, rendahnya kapasitas dan pelatihan tenaga profesional, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta kesenjangan dalam sistem pengumpulan data dan pemantauan program. Hambatan sosial ekonomi dan budaya juga disoroti sebagai faktor yang memengaruhi akses dan partisipasi keluarga dalam layanan pengembangan anak usia dini.
Ia menekankan pentingnya komitmen politik yang kuat, peningkatan investasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor antara pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan anak, dan kesejahteraan sosial guna memastikan layanan ECCE yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Vina Adriany juga menyoroti sejumlah tantangan dan hambatan utama dalam pengembangan anak usia dini secara holistik. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan pendanaan dan alokasi sumber daya, rendahnya kapasitas serta pelatihan tenaga profesional di bidang pendidikan dan layanan anak usia dini, serta lemahnya koordinasi lintas sektor antara pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan anak, dan kesejahteraan sosial.
Selain itu, ia juga menekankan adanya kesenjangan dalam sistem pengumpulan data dan pemantauan program yang berdampak pada keterbatasan pengambilan kebijakan berbasis bukti. Hambatan sosial ekonomi dan budaya, seperti kemiskinan dan ketimpangan akses layanan, turut disampaikan sebagai faktor yang mempengaruhi partisipasi keluarga dalam program pengembangan anak usia dini.
Prof. Dr. Vina Adriany menegaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi berkelanjutan, serta pengembangan sistem data yang terintegrasi merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan pengembangan anak usia dini yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Partisipasi Direktur SEAMEO CECCEP dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen lembaga dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta berkontribusi pada pengembangan pengetahuan dan kebijakan berbasis bukti di bidang Early Childhood Care, Education, and Parenting. Melalui keterlibatan aktif dalam forum akademik internasional tersebut, SEAMEO CECCEP terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan regional dalam mendukung kualitas pendidikan, pengasuhan, dan kesejahteraan anak usia dini di Asia Tenggara.
Share This News