Bandung Barat, 24 September 2026 – SEAMEO CECCEP turut berkontribusi dalam memperkuat kapasitas pendidikan anak usia dini melalui program pelatihan pendidikan inklusif yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bandung Barat. Pelatihan tersebut diikuti oleh 519 guru taman kanak-kanak dari seluruh Kabupaten Bandung Barat dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan para guru dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif yang mengakomodasi beragam kebutuhan semua anak.
Wakil Direktur Bidang Administrasi SEAMEO CECCEP, Suhendri, S.S., M.Ed. (Gift.), Ph.D., bertindak sebagai pembicara utama dalam pelatihan tersebut dan menyampaikan presentasi berjudul “Strategi Penerapan Pendidikan Inklusif untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas bagi Semua.” Dalam sesi tersebut, Suhendri membahas landasan konseptual, kebijakan, dan strategi praktis untuk menerapkan pendidikan inklusif di lingkungan Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini (ECCE).
Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, termasuk Sekretaris, Kepala Divisi, dan Kepala Seksi, serta Ketua dan anggota pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat. Keikutsertaan berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung layanan pendidikan yang mengakui dan mengakomodasi beragam kebutuhan belajar anak-anak.
Dalam presentasinya, Suhendri menjelaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari upaya untuk menjamin hak setiap anak atas pendidikan berkualitas. Ia menyoroti beberapa landasan yang mendukung pendidikan inklusif, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, Deklarasi Salamanca (1994), serta kebijakan nasional seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan inklusif.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kompetensi guru dalam menanggapi karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang beragam di dalam kelas. Peningkatan kapasitas guru dianggap sebagai langkah penting dalam mengembangkan lingkungan belajar yang lebih responsif, adil, dan mendukung bagi setiap anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan mereka yang memiliki kebutuhan belajar khusus.
Pelatihan tersebut juga mencakup kegiatan praktis melalui simulasi studi kasus mengenai pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan kelas inklusif. Melalui kegiatan-kegiatan ini, para guru mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif.
Sesi lanjutan berjudul “Memahami Diri Sendiri dan Kepribadian Anak” memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan pemetaan kepribadian, termasuk pendekatan Personality Plus, sebagai sarana untuk lebih memahami karakteristik unik anak-anak. Pemahaman ini diharapkan dapat mendukung para guru dalam membangun interaksi yang lebih positif serta pengalaman belajar yang bermakna di lingkungan taman kanak-kanak.
Melalui partisipasinya dalam kegiatan ini, SEAMEO CECCEP terus mendukung pengembangan profesional para pendidik PAUD serta mendorong penerapan pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan berpusat pada anak, yang menjunjung tinggi hak setiap anak untuk belajar dan berpartisipasi.
Bagikan Artikel