Bandung, 7 Februari 2026 — Deputy Director for Administration Suhendri, Ph.D. dan Kepala Divisi Knowledge Management Irfan Ansori, M.Pd. menjadi narasumber dalam kegiatan Webinar Nasional ke-7 BKTKI–DMI yang diselenggarakan bekerja sama dengan SEAMEO Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP). Kegiatan ini mengambil tema “PAUD Aman, Edukatif, dan Berkelanjutan”. Sebagai upaya memperkuat pemahaman pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini terhadap pentingnya kebijakan, praktik pembelajaran, serta penataan lingkungan belajar yang mendukung layanan PAUD yang berkualitas, ramah anak, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Suhendri, Ph.D. menyampaikan mengenai kebijakan pemerintah tentang wajib belajar 13 tahun. Ia menekankan bahwa kebijakan wajib belajar PAUD satu tahun merupakan fondasi penting dalam memastikan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar serta meningkatkan pemerataan dan mutu layanan PAUD. Ia juga menyoroti arah strategis implementasi kebijakan melalui penguatan akses dan tata kelola PAUD, integrasi layanan PAUD–SD, kesinambungan pendidik usia 0–8 tahun, serta kolaborasi lintas sektor sebagai upaya mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas dan berkelanjutan.
Di sesi pertama, Mr. Irfan Ansori, M.Pd memaparkan pentingnya penataan sarana dan prasarana PAUD yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak, menyediakan ruang dan alat bermain yang sesuai usia, fleksibel, dan mendorong eksplorasi, serta memastikan aspek keselamatan melalui penerapan standar keamanan, zonasi ruang yang jelas, dan kebersihan lingkungan. Ia juga menegaskan perlunya pendekatan berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan ramah lingkungan, efisiensi penggunaan energi dan sumber daya, serta pelibatan guru, anak, dan orang tua dalam perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Pada sesi kedua, Tutiyanah, S.Pd., M.Si., menyampaikan penguatan pembelajaran bermakna yang memerdekakan dan kontekstual di PAUD dengan menekankan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan anak dan penghargaan terhadap keunikan setiap peserta didik. Sementara itu, pada sesi ketiga, Dra. Hj. Asmida, M.Pd., menyoroti pentingnya tata kelola dan kemitraan yang akuntabel melalui kolaborasi antara satuan PAUD, orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan daerah guna mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD secara menyeluruh. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif melalui pertanyaan yang disampaikan baik secara daring maupun luring.
Selanjutnya, kegiatan webinar ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan PAUD memerlukan sinergi antara kebijakan yang kuat, praktik pembelajaran yang berpihak pada anak, penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar keselamatan dan keberlanjutan, serta kolaborasi aktif antara pendidik, orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan, guna mewujudkan layanan PAUD yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan.
Share This News