SEAMEO Ke-14 Simposium Universitas Tsukuba 2026 Tema “Memberdayakan Masa Depan Pembelajaran: Transformasi Digital untuk Pendidikan yang Adil dan Berkelanjutan”

  • News
  • February 05 , 2026

Bandung 5 Februari 2026- Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, Ph.D telah menjadi narasumber dalam kegiatan- 14 th SEAMEO- The University Of Tsukuba Symposium 2026 dengan Tema “Empowering Learning Futures: Digital Transformation for Equitable and Sustainable Education”. Kegiatan ini merupakan forum internasional yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan dari kawasan Asia Tenggara dan Jepang untuk membahas transformasi digital dalam pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Simposium ini membahas bagaimana transformasi digital dapat dimanfaatkan secara terarah untuk menutup kesenjangan pembelajaran mendasar, khususnya dalam kemampuan literasi, numerasi, dan keterampilan sosial-emosional. Diskusi menyoroti bahwa digitalisasi semata tidak secara otomatis menghasilkan pendidikan yang lebih adil, terutama di wilayah yang masih menghadapi kesenjangan dalam hal infrastruktur, kondisi geografis, akses teknologi, dan latar belakang sosial ekonomi peserta didik. Oleh karena itu, transformasi digital perlu dirancang secara sadar agar mampu menjangkau kelompok yang paling kurang terlayani, termasuk anak-anak, remaja putus sekolah, dan komunitas terpinggirkan.


Dalam rangkaian sesi panel pakar, para pembicara membahas tantangan, pembelajaran, serta praktik-praktik efektif dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pembelajaran dasar dan mencegah semakin lebarnya kesenjangan pendidikan. Diskusi juga menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, tata kelola pendidikan yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Vina Adriany, Ph.D, Direktur SEAMEO CECCEP, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan paparan yang secara khusus menyoroti pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam transformasi pendidikan. Ia menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan setara merupakan prasyarat penting untuk keberhasilan pembelajaran di jenjang selanjutnya. Prof. Vina menjelaskan bahwa masih terdapat tantangan signifikan dalam pemenuhan layanan PAUD, termasuk di wilayah perkotaan besar, sehingga kesetaraan akses perlu menjadi perhatian utama dalam perumusan kebijakan pendidikan.

Lebih lanjut, Prof. Vina menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini tidak boleh dipahami hanya sebagai penyediaan teknologi, melainkan sebagai proses yang mempertimbangkan konteks lokal, bahasa, budaya, keterjangkauan biaya, serta aspek etika dalam penggunaan teknologi bagi anak. Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara satuan pendidikan, orang tua, dan komunitas, terutama dalam memastikan keberlanjutan pembelajaran dan perlindungan anak di era digital.

Kegiatan simposium kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, membahas strategi konkret dalam merancang transformasi digital yang berorientasi pada kesetaraan dan inklusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antarnegara dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat pembelajaran dasar serta menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan sejak pendidikan anak usia dini.


Share This News

Comment