Bandung, 27 Januari 2026 — SEAMEO Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) menerima kunjungan kerja dari Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Selasa (27/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan kebijakan, program, dan inovasi pendidikan anak usia dini dan keluarga, khususnya pada agenda digitalisasi pembelajaran, revitalisasi satuan PAUD, serta penguatan pendidikan karakter. Direktur PAUD, Dr. Nia Nurkhasanah, M.Pd menyampaikan bahwa Direktorat PAUD saat ini tengah mendorong transformasi layanan PAUD secara komprehensif, mulai dari penguatan regulasi, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran digital. Salah satu landasan utama kebijakan tersebut adalah Instruksi Presiden Nomor 7 tentang Revitalisasi Pendidikan tahun 2025, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui pendekatan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Digitalisasi PAUD merupakan kebutuhan mendesak, terutama untuk meningkatkan kapasitas pendidik yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi kompetensi maupun dukungan anggaran. Kami berharap SEAMEO CECCEP dapat berperan dalam mendukung pengembangan konten digital PAUD yang bermutu, relevan, dan kontekstual,” ujar Ibu Nia.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pula program prioritas revitalisasi satuan PAUD, yang mencakup pengembangan sekolah yang aman dan nyaman, penataan ruang bermain luar, serta perencanaan model satuan PAUD di wilayah dengan keterbatasan lahan. Selain itu, Direktorat PAUD menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui berbagai program nasional, seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis edukasi gizi, serta dukungan terhadap implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun juga diarahkan untuk memperluas akses PAUD secara merata dengan prinsip no child left behind. Seluruh Pemerintah daerah khususnya di kecamatan diharapkan untuk didorong memiliki satuan PAUD negeri, khususnya TK Negeri Pembina, serta pengembangan PAUD–SD satu atap, pembangunan ruang kelas baru, dan pendirian satuan PAUD di desa-desa yang belum memiliki layanan PAUD. Dalam konteks ini, SEAMEO CECCEP diharapkan dapat mendukung pendampingan pengembangan satuan PAUD baru di daerah, dengan sasaran awal ratusan lokasi prioritas.
Direktorat PAUD juga menekankan pentingnya kualitas dan pemutakhiran data Dapodik sebagai basis perumusan kebijakan pendidikan. Data yang akurat dan objektif, termasuk keterkaitan dengan NIK, NISN, dan kondisi sosial ekonomi keluarga, menjadi landasan dalam penyaluran berbagai intervensi pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), yang ke depan juga akan diperkuat untuk peserta didik PAUD.
Agenda lain yang turut dibahas mencakup penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) di PAUD, antara lain melalui pendekatan STEAM, penguatan literasi dan numerasi, pengenalan coding untuk anak usia dini, serta pengembangan sekolah model yang dapat direplikasi secara nasional.
Menanggapi hal tersebut, Direktur SEAMEO CECCEP menyampaikan komitmen lembaganya untuk berperan aktif dalam mendukung agenda prioritas Direktorat PAUD. Dalam paparannya, SEAMEO CECCEP memperkenalkan mandat kelembagaan serta rencana peluncuran ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education, yang diharapkan dapat menjadi kerangka kolaborasi regional dalam pengembangan PAUD.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperdalam sinergi antara Direktorat PAUD dan SEAMEO CECCEP, sehingga menghasilkan “oleh-oleh kebijakan dan program” berupa kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia, termasuk penguatan afirmasi PAUD di wilayah khusus seperti Papua serta perluasan jejaring PAUD hingga tingkat global.
Share This News