Memberdayakan Orang Tua dan Pendidik untuk Perkembangan Anak Usia Dini: Perspektif Budaya dan Gende

  • News
  • July 24 , 2024

Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-7, SEAMEO CECCEP mengadakan Seminar Internasional bertajuk “Memberdayakan Orang Tua dan Pendidik untuk Perkembangan Anak Usia Dini: Perspektif Budaya dan Gender.” Acara ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2024 secara hybrid dan diikuti oleh 60 praktisi dan akademisi. Kegiatan ini juga menandai pelaksanaan SEAMEO CECCEP Writing Fellowship.

Dalam diskusi yang berlangsung, Ms. Suci Ramdaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa budaya memainkan peran mendasar dalam membentuk pengalaman dan perkembangan anak-anak. Budaya memengaruhi praktik pengasuhan, pendekatan pendidikan, dan harapan masyarakat. Dengan memahami dan menghormati nuansa budaya, orang tua dan pendidik dapat memberikan dukungan yang lebih relevan dan efektif bagi anak-anak. Mengintegrasikan tradisi dan nilai-nilai budaya ke dalam praktik PAUD dapat menciptakan lingkungan yang lebih kaya dan mendalam sesuai dengan latar belakang dan identitas anak-anak, sehingga meningkatkan perkembangan mereka.

Ade Dwi Utami, Ph.D., memaparkan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa guru dan anak-anak prasekolah sering kali mempertahankan ekspektasi stereotip gender dalam bermain. Anak perempuan biasanya memiliki peran yang lebih unggul secara hierarkis, sementara anak laki-laki memiliki lebih banyak kebebasan dalam bermain sesuai stereotip gender. Mainan yang dikategorikan berdasarkan gender dan sifat-sifat pendorongnya dapat memengaruhi minat dan pilihan bermain anak-anak. Mereka menunjukkan minat yang lebih besar terhadap mainan yang dikategorikan berdasarkan gender dan netral dibandingkan dengan mainan yang dikategorikan secara spesifik gender.

Peran dan harapan gender dapat berdampak signifikan pada perkembangan anak sejak usia dini. Norma gender tradisional dapat membatasi peluang dan mempertahankan bias yang memengaruhi baik anak laki-laki maupun perempuan. Mengatasi bias ini dan mempromosikan kesetaraan gender dalam lingkungan PAUD sangat penting untuk memastikan bahwa semua anak memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Memberdayakan orang tua dan pendidik dengan pengetahuan dan strategi untuk mendukung praktik yang setara gender dapat menghasilkan hasil perkembangan yang lebih seimbang dan inklusif.

Yohan Rubiyantoro, Ph.D., membahas tentang kepemimpinan pendidikan anak usia dini dan keterlibatan orang tua berdasarkan studi kasus Taman Kanak-Kanak negeri. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam kepemimpinan sekolah. Mereka percaya bahwa program pendidikan tidak akan berjalan lancar tanpa keterlibatan orang tua. Kontribusi orang tua sangat beragam, mulai dari bantuan finansial, tenaga kerja, hingga penyediaan makanan. Meskipun demikian, keterlibatan orang tua dalam pembuatan kebijakan dan pengawasan sekolah masih kurang.

Seminar ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya perspektif budaya dan gender dalam perkembangan anak usia dini. Dengan kolaborasi yang kuat antara orang tua, pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat tercipta praktik PAUD yang lebih inklusif dan relevan dengan konteks budaya dan gender di Indonesia dan Asia Tenggara.


Share This News

Comment