Delegasi SEAMEO CECCEP mempresentasikan hasil penelitian mereka pada Pertemuan CPRN di Brunei Darussalam

  • News
  • April 24 , 2024


Dari tanggal 22 hingga 24 April, tiga perwakilan dari SEAMEO Center for Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP) berpartisipasi dalam Pertemuan Jaringan Kebijakan Pusat (CPRN) yang diadakan di Brunei Darussalam.

Dengan penuh semangat menceritakan pengalaman mereka, tim SEAMEO CECCEP mengungkapkan antusiasme mereka atas keterlibatan mereka dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh SEAMEO VOCTECH. Bapak Iwan Aries Setyawan, Bapak Irfan Ansori, dan Ibu Sitti Huzaimah memamerkan penelitian mutakhir yang dilakukan oleh SEAMEO CECCEP di bidang pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.

Pertemuan ini mempertemukan para peneliti dari seluruh Asia Tenggara dengan tema 'Merangkul Inklusifitas dalam Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Menuju Asia Tenggara yang Siap Menyongsong Masa Depan'. Bapak Iwan Aries Setyawan menarik perhatian para hadirin dengan presentasinya tentang Ringkasan Kebijakan dalam Penitipan Anak Universal, yang memberikan wawasan tentang kebijakan-kebijakan penting yang membentuk lanskap pendidikan. Sementara itu, Bapak Irfan Ansori dan Ibu Sitti Huzaimah menyoroti Program Pengasuhan Anak yang inovatif dari SEAMEO CECCEP dalam Pencegahan Stunting, menggarisbawahi pentingnya memberdayakan orang tua dalam mengasuh generasi berikutnya.

Merefleksikan partisipasi mereka, tim SEAMEO CECCEP menekankan bagaimana momen seperti itu menginspirasi mereka untuk terus mendorong batas-batas dan mempromosikan pendidikan inklusif dan praktik pengasuhan anak.

Keterlibatan delegasi SEAMEO CECCEP dalam CPRN tidak hanya menyoroti pencapaian SEAMEO CECCEP, tetapi juga menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk memajukan pendidikan demi kesejahteraan anak-anak, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh Asia Tenggara.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen untuk terus berinovasi, Indonesia siap untuk berkontribusi lebih jauh dalam membangun masa depan yang lebih cerah untuk pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

 

Share This News

Comment