Profesor Vina Adriany, Ph.D., Direktur SEAMEO CECCEP, diundang sebagai pembicara tamu dalam sesi Dialog Konsultasi Publik dengan tema "Peluncuran Panduan Penitipan Anak yang Didukung oleh Pemberi Kerja dan Dialog Konsultatif Publik tentang Penumbuhan Ekosistem Pendukung Penitipan Anak melalui Penitipan Anak yang Didukung oleh Pemberi Kerja". Acara ini diselenggarakan oleh Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) / Investing in Women (IW) dan Kemitraan Australia Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (PROSPERA).
Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2024. Acara ini diselenggarakan di Denpasar Room, The Westin Jakarta, pada hari Rabu, 6 Maret 2024. Tujuan dari Dialog Konsultasi Publik ini adalah untuk mendiskusikan pentingnya layanan penitipan anak yang didukung oleh pemberi kerja. Selain itu, acara ini juga menjadi momentum peluncuran pedoman pengasuhan anak yang didukung oleh pemberi kerja. Tujuan lainnya adalah untuk mengeksplorasi praktik-praktik terbaik dalam penitipan anak yang didukung oleh pemberi kerja yang diterapkan oleh perusahaan swasta, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengembangan penitipan anak yang didukung oleh pemberi kerja di masa depan.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Ibu Wita Krisanti, Direktur Eksekutif IBCWE, dan Bapak Sam Porter, Konselor Menteri di Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Setelah itu, pidato utama disampaikan oleh Ibu Lenny Rosalin, Deputi Menteri untuk Kesetaraan Gender di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah Indonesia, perusahaan swasta, asosiasi atau komunitas, mitra pembangunan, dan media.
Vina Adriany mengucapkan selamat kepada PROSPERA, Investing in Women, dan IBCWE atas peluncuran pedoman pengasuhan anak, yang merupakan kado istimewa untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. Dalam diskusinya, ia menekankan bahwa membesarkan anak membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak. Pernyataan "dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak" menggarisbawahi bahwa tanggung jawab ini tidak hanya dibebankan kepada orang tua, tetapi juga melibatkan dukungan dari masyarakat sekitar. Beliau menambahkan bahwa "pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama," yang menunjukkan pentingnya mengubah paradigma bahwa pengasuhan anak bukan semata-mata tugas individu atau ibu, melainkan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, peran serta seluruh masyarakat, termasuk perusahaan, sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.
Share This News