Workshop tentang Pengembangan Kurikulum PAUD untuk Mendirikan Program Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di Kamboja

  • News
  • December 13 , 2023

SEAMEO CECCEP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kerajaan Kamboja, mengadakan workshop tentang Pengembangan Kurikulum PAUD untuk mendirikan program sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di Kamboja. Acara ini diikuti oleh 40 calon dosen dari institusi pendidikan tinggi di Kamboja dan MoEYS Kamboja, dilaksanakan melalui pertemuan zoom pada tanggal 12-13 Desember 2023. Tujuan dari workshop ini adalah memprakarsai pendirian program sarjana baru di bidang PAUD dan meningkatkan kualifikasi serta kompetensi guru PAUD yang berkualitas dan layanan.

Dalam sambutan, Prof. H.E Dar.Set Seng, Direktur Phnom Penh Teacher Education College (PTEC), menyampaikan terima kasih kepada SEAMEO CECCEP karena membantu menginisiasi S1 PAUD. Ia merasa senang dapat berkolaborasi dengan SEAMEO CECCEP, berharap workshop ini dapat diikuti dengan baik oleh para peserta untuk mengembangkan kurikulum yang dapat diterapkan di Kamboja.

Prof. Vina Adriany, Ph.D, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini harus didukung, termasuk dalam peningkatan kualitas guru pendidikan anak usia dini. Guru memiliki peran kunci dalam membentuk masa depan generasi. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru adalah langkah penting menuju pendidikan yang lebih baik. Guru berkualitas menciptakan lingkungan pembelajaran positif dan memberikan dampak jangka panjang pada perkembangan siswa. Mereka sangat bersemangat untuk bekerja sama dan berinisiatif dalam mengembangkan kesejahteraan dan kualitas guru di Kamboja.

Hal ini didukung oleh pernyataan Mr. H.E Park Kosal, Pemimpin MoEYS, Kamboja, yang menyatakan komitmen untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan kerja sama untuk mengembangkan guru Pendidikan Anak Usia Dini. Workshop ini dianggap sangat penting untuk nantinya dapat diaplikasikan di Kamboja.

Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Prof. Marek Tesar (University of Auckland), Prof. Sofia Hartati (Universitas Negeri Jakarta), dan Alma Ruby C. Torio (Department of Education, Filipina). Peserta Workshop Pengembangan Kurikulum PAUD oleh SEAMEO CECCEP, lembaga pendidikan tinggi di Kamboja, dan MoEYS Kamboja. Prof. Marek Tesar menyampaikan bahwa proses pengembangan kurikulum melibatkan penilaian kebutuhan, keterlibatan pemangku kepentingan, dan evaluasi berkelanjutan. Integrasi konteks budaya lokal dalam desain kurikulum menghormati keragaman budaya Kamboja. Inisiatif ini memiliki visi untuk keberlanjutan jangka panjang pendidikan anak usia dini dengan mempertimbangkan skala dan keuangan. Selain itu, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan pemerintah, LSM, organisasi internasional, dan komunitas lokal, sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan dampak program.

Untuk mendukung pendirian S1 PAUD, Alma Ruby C. Torio, Asisten Sekretaris dari Bureau of Curriculum Development, juga berbagi praktik penerapan kurikulum di Filipina. Departemen Pendidikan di Filipina memiliki mandat untuk melindungi dan mempromosikan hak semua warga negara atas pendidikan berkualitas di semua tingkatan dan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk membuat pendidikan tersebut dapat diakses oleh semua. Ia juga berbagi informasi mengenai Early Childhood Care and Education (ECCE) di Filipina yang mencakup program-program seperti Child Development Centers, Preschools, dan Kindergarten.

Prof. Sofia Hartati dari Universitas Negeri Jakarta menyampaikan materi tentang Pembangunan Fondasi: Perjalanan Mendirikan Program Akademik untuk Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Indonesia. Ia juga menjelaskan pentingnya gelar Sarjana dalam pendidikan anak usia dini, termasuk kompetensi profesional, kewajiban undang-undang pendirian program PAUD, dan pelatihan khusus dalam pengembangan kurikulum, manajemen kelas, dan metode penilaian yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini.

Langkah berani yang diambil oleh Kamboja tidak hanya mencerminkan komitmen yang kuat dalam menyediakan pendidikan anak usia dini berkualitas tinggi, tetapi juga mengakui dampak positifnya yang signifikan terhadap perkembangan anak dan masa depan bangsa. Penetapan gelar Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan tidak hanya menetapkan standar baru untuk pendidikan di Kamboja tetapi juga menjadi kontribusi berarti terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan keseluruhan pendidikan anak usia dini di negara tersebut.

Bagikan Artikel