SEAMEO CECCEP, UIII, dan UHAMKA Perkuat Pemetaan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Numerasi

  • News
  • September 11 , 2026

Jakarta, 11 August 2026 – SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) bersama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) memperkuat kolaborasi penelitian dalam upaya memetakan kompetensi guru PAUD dalam pembelajaran numerasi melalui kegiatan Coaching Pilot Study of Instrument Development for Mapping Kindergarten Teachers' Mathematics Knowledge for Teaching.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengembangan dan uji coba instrumen yang dirancang untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi guru taman kanak-kanak dalam mengajarkan konsep matematika dan numerasi kepada anak usia dini. Kegiatan melibatkan tim peneliti dari UIII, UHAMKA, dan SEAMEO CECCEP, para validator ahli, akademisi, serta guru PAUD sebagai peserta pilot study.

Deputy Director for Programme SEAMEO CECCEP, Widodo Suhartoyo, menyampaikan apresiasi kepada UHAMKA yang telah menjadi tuan rumah kegiatan sekaligus kepada UIII dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan penelitian tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga regional, perguruan tinggi, akademisi, dan praktisi pendidikan menjadi penting untuk menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara SEAMEO CECCEP, UIII, dan UHAMKA merupakan contoh kolaborasi yang kuat antara lembaga regional, perguruan tinggi, dan praktisi pendidikan dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini,” ujar Widodo.

Penguatan numerasi sejak usia dini menjadi salah satu aspek penting dalam membangun fondasi kemampuan belajar anak. Numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali pola, memahami hubungan kuantitas, berpikir logis, dan memecahkan masalah.

Dalam konteks tersebut, kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar matematika yang sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak. Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen Mathematics Knowledge for Teaching yang dapat digunakan untuk memetakan kompetensi guru PAUD di Indonesia dalam mengajarkan numerasi.

Melalui penelitian ini, terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu diantaranya memetakan kompetensi guru PAUD dalam mengajar numerasi, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi mengajar di antara guru PAUD, serta menganalisis pemahaman guru terhadap konsep numerasi untuk anak usia dini.

Sebelum digunakan dalam penelitian dengan cakupan yang lebih luas, instrumen perlu melalui proses pilot study untuk memastikan kualitas dan kesesuaiannya dengan konteks pendidikan di Indonesia.

“Melalui pengembangan instrumen yang tervalidasi, kita dapat memetakan kompetensi riil guru-guru TK dalam mengajarkan konsep matematika dasar secara tepat. Hasil dari pilot study ini kelak dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan, program pelatihan, maupun intervensi peningkatan kapasitas guru yang lebih terarah,” jelas Widodo.

Bagi SEAMEO CECCEP, pengembangan instrumen ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat evidence-based research dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Data mengenai kompetensi guru dan kesenjangan dalam pembelajaran numerasi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih kuat bagi pengembangan program pendidikan guru dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Dengan pemetaan yang lebih sistematis, kebutuhan peningkatan kapasitas guru dapat diidentifikasi secara lebih tepat sehingga program pelatihan tidak hanya bersifat umum, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi guru. Selain menghasilkan manfaat akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pengembangan pendidikan guru serta pengembangan profesional guru PAUD di masa mendatang.

Kegiatan Coaching Pilot Study juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara SEAMEO CECCEP, UIII, dan UHAMKA dalam bidang penelitian pendidikan anak usia dini. Co-Lead Research dari UIII, Destina Wahyu Winarti, Ph.D bersama tim kajian numerasi dari UIII, UHAMKA, dan SEAMEO CECCEP berkontribusi dalam proses pengembangan penelitian dan instrumen.

Keterlibatan para validator ahli dan guru PAUD dalam pilot study menjadi bagian penting untuk memastikan instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik sekaligus relevan dengan kondisi pembelajaran di lapangan.

SEAMEO CECCEP berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang melalui kerja sama dalam penelitian, pengembangan kapasitas, pertukaran pengetahuan, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti. Lebih jauh, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi penguatan pembelajaran numerasi di Indonesia, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan kajian mengenai kompetensi guru PAUD di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi antara lembaga regional, perguruan tinggi, peneliti, dan praktisi pendidikan, SEAMEO CECCEP terus mendorong pengembangan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan guru dan anak di lapangan.

Bagikan Artikel