Greater Jakarta, Indonesia, 23 Juni 2026 – Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Secretariat secara resmi menyelenggarakan Sustainable Trade & Economic Development Summit dengan tema “Sustainable Growth, Shared Prosperity” sebagai Policy Summit dalam rangkaian 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Greater Jakarta.
Kegiatan ini menjadi platform strategis yang mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan internasional untuk membahas bagaimana prinsip-prinsip keberlanjutan dapat mendorong daya saing ekonomi, menarik investasi, dan mendukung pembangunan jangka panjang di kawasan maupun tingkat global.
Mewakili SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), Direktur Prof. Vina Adriany, Ph.D., didampingi oleh Widodo Suhartoyo, Deputy Director for Programme (DDP) dan Suhnendri, Ph.D., Deputy Director for Administration (DDA), berpartisipasi dalam summit tersebut guna memperkuat kolaborasi regional terkait hubungan antara pendidikan, pembangunan modal manusia, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Salah satu sesi utama dalam summit ini adalah panel diskusi bertajuk “Investing in People and Productivity: Education as a Driver of Economic Development” yang diselenggarakan pada 23 Juni 2026. Sesi tersebut menghadirkan para pemimpin pendidikan dan pembuat kebijakan dari kawasan Asia Tenggara untuk mendiskusikan bagaimana investasi di bidang pendidikan dapat berkontribusi terhadap pengembangan tenaga kerja, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dalam diskusi panel tersebut, Prof. Vina Adriany menegaskan bahwa pendidikan di semua jenjang, termasuk pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi, memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi. Namun demikian, beliau menekankan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu investasi jangka panjang yang paling strategis dalam pembangunan modal manusia (human capital).
Berdasarkan berbagai bukti penelitian dalam bidang ekonomi pendidikan, Prof. Vina menjelaskan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan manfaat yang signifikan melalui peningkatan hasil belajar, produktivitas di masa depan, serta pengurangan ketimpangan sosial. Menurutnya, investasi pada anak usia dini bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi masa depan yang akan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi terhadap kemakmuran masyarakat dalam jangka panjang.
"Berinvestasi pada pendidikan anak usia dini berarti berinvestasi pada fondasi pembelajaran sepanjang hayat, produktivitas, dan kesejahteraan. Manfaatnya jauh melampaui ruang kelas dan akan terus dirasakan sepanjang kehidupan seseorang," ujar Prof. Vina.
Lebih lanjut, Prof. Vina menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak seharusnya dipandang hanya dari perspektif ekonomi ataupun sebagai instrumen pembangunan sosial semata. PAUD juga memberikan dampak sosial yang luas melalui peningkatan mobilitas sosial, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan, serta perluasan peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan anak usia dini berkontribusi tidak hanya terhadap perkembangan individu, tetapi juga terhadap terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan kohesif.
Beliau juga menyoroti bahwa manfaat pendidikan anak usia dini melampaui satu generasi. Investasi yang diberikan pada tahap awal kehidupan dapat membantu mengurangi ketimpangan antargenerasi, memperkuat kohesi sosial, serta membangun fondasi yang lebih kokoh bagi pembangunan berkelanjutan. Dampak-dampak tersebut menjadi semakin penting ketika negara-negara berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan inklusi sosial dan ketahanan jangka panjang.
Di luar argumentasi ekonomi, Prof. Vina menekankan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini pada dasarnya merupakan bagian dari pemenuhan hak-hak anak dan tanggung jawab global. Hampir seluruh negara di dunia telah meratifikasi United Nations Convention on the Rights of the Child (UNCRC) atau Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mewajibkan negara untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi setiap anak, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan dan termarginalkan.
Oleh karena itu, perluasan akses yang setara terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas harus dipahami tidak hanya sebagai strategi untuk mendorong kemajuan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal sejak tahap paling awal kehidupan.
"Pendidikan anak usia dini berada pada persimpangan antara pembangunan ekonomi, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. PAUD bukan hanya investasi untuk kemakmuran masa depan, tetapi juga tanggung jawab moral dan komitmen hukum untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi terbaiknya," tegas Prof. Vina.
Melalui partisipasinya dalam GSDC 2026, SEAMEO CECCEP kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan berbasis bukti dan memperkuat kerja sama regional yang menempatkan anak sebagai pusat agenda pembangunan berkelanjutan. SEAMEO CECCEP akan terus mengadvokasi peningkatan investasi dalam pendidikan dan pengasuhan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh, ekonomi yang inklusif, serta masa depan yang berkelanjutan bagi Asia Tenggara dan dunia.
Bagikan Artikel