2026 Asia-Pasific Regional Learning Forum Dorong Aksi Kolektif Bagi Pengembangan Anak Usia Dini

  • News
  • October 20 , 2026

Jakarta, 20 Oktober, 2026 - Sekitar 150 perwakilan pemerintah, pakar pengembangan anak usia dini, peneliti, praktisi, mitra pembangunan, dan organisasi filantropi dari seluruh kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Jakarta dalam kegiatan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development, yang berlangsung pada 20 hingga 22 Oktober.

Forum ini diselenggarakan oleh Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Tanoto Foundation, Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD-HI.

Mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific”, kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari Indonesia dan 15 negara lainnya, yaitu Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Pertemuan ini mendorong dialog dan kolaborasi regional untuk memperkuat sistem pengembangan anak usia dini melalui pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, dan perumusan langkah-langkah konkret.

Diskusi berfokus pada dua prioritas utama, yaitu penguatan sistem pengembangan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim serta mobilisasi pendanaan yang memadai, adil, dan berkelanjutan.

Kedua prioritas ini menjadi landasan penting untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya pada pembukaan Forum, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Ir. Suharti,M.A., Ph.D menyampaikan Kementerian sedang berupaya membangun koalisi yang kuat untuk anak-anak Indonesia.

 

“Salah satu inisiatif kebijakan utama yang saat ini sedang dikembangkan adalah penerapan wajib belajar satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD), yang selaras dengan prioritas nasional Wajib Belajar 13 Tahun. Program prioritas kementerian juga mencakup revitalisasi sekolah dan satuan PAUD untuk memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman dan memadai, serta perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) agar dapat menjangkau anak-anak di tingkat prasekolah,” sambung Suharti.

 

Sementara itu,  Executive Director ARNEC, Evelyn Santiago, menegaskan bahwa Kawasan Asia-Pasifik sangat rentan terhadap perubahan iklim. “Negara-negara di kawasan ini secara konsisten menempati peringkat teratas dalam Climate Risk Index. Sejak 2019, ARNEC telah menyuarakan kesadaran tentang dampak perubahan iklim terhadap anak usia dini, dan Regional Learning Forum ini merupakan bagian dari advokasi jangka panjang tersebut,” sebut Evelyn.

 

“Dengan mempertemukan pemerintah nasional, peneliti, mitra pembangunan, lembaga filantropi, guru, dan praktisi pengembangan anak usia dini, kami berharap dapat mengubah pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki menjadi aksi kolektif yang lebih kuat untuk membangun sistem pengembangan anak usia dini yang tangguh, responsif terhadap iklim, dan didukung dengan pendanaan berkelanjutan,” ujar Evelyn.

Selama tiga hari, Forum ini membahas berbagai aspek penguatan sistem pengembangan anak usia dini. Hari pertama berfokus pada pengembangan PAUD yang responsif terhadap iklim dan upaya melindungi anak dari risiko terkait iklim, termasuk melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hari kedua membahas pendanaan berkelanjutan, khususnya strategi untuk mempertahankan dan memperkuat investasi pada anak usia dini, serta pertukaran pengalaman antara perwakilan pemerintah dalam memobilisasi dan memanfaatkan sumber daya secara efektif.

Kemudian, hari ketiga mengangkat isu masa depan pendidikan anak usia dini melalui diskusi tentang kecerdasan buatan dan teknologi digital, serta pentingnya memberikan ruang bagi suara dan perspektif anak. 

Forum ini juga akan mengangkat kampanye Act for Early Years, sebuah gerakan global yang menyerukan akses terhadap layanan pengembangan anak usia dini, pengasuhan, dan pendidikan prasekolah yang berkualitas bagi semua anak perempuan dan laki-laki. Melalui kampanye ini, Forum turut mendorong para peserta untuk menandatangani ‘Minifesto’, sebuah seruan untuk meningkatkan perhatian dan investasi dalam pengembangan anak usia dini. Dukungan dari pejabat pemerintah dan peserta Forum akan dikonfirmasi setelah sesi terkait berlangsung.

 

Pada kesempatan yang sama, Head of Policy & Advocacy, Tanoto Foundation, Eddy Henry mengatakan bahwa investasi pada anak usia dini memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan. “Filantropi dapat melengkapi upaya pemerintah dengan mendukung penyediaan bukti, inovasi, dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan untuk menerjemahkan pendekatan yang terbukti efektif menjadi perbaikan yang berkelanjutan. Kami menyambut baik kesempatan untuk belajar bersama pemerintah dan para mitra di Asia Pasifik dalam forum ini,” ujar Eddy Henry,

 

Sementara, Widyaprada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Ir. Harris Iskandar Ph.D., menyoroti pentingnya pendanaan yang berkelanjutan dan tanggung jawab bersama. “Memastikan akses yang merata terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas membutuhkan pendanaan berkelanjutan dan tanggung jawab bersama. Pendanaan untuk anak usia dini seharusnya dilihat bukan sebagai sebuah pengeluaran tapi sebagai sebuah investasi bagi suatu negara”,” ujar Harris.


Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, Ph.D pada forum ini juga memaparkan sejumlah prioritas untuk memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Asia Tenggara. Prioritas tersebut mencerminkan kontribusi SEAMEO CECCEP dalam mendorong implementasi ‘ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on ECCE’ melalui penelitian dan pengembangan, penguatan kapasitas, serta kemitraan regional.

 

Memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini tidak hanya membutuhkan peningkatan kualitas layanan, tetapi juga penyelesaian tantangan struktural yang mempengaruhi keberlanjutan dan pemerataan akses. Pendanaan perlu didukung oleh kerangka hukum yang kuat, menjangkau anak-anak dan masyarakat secara merata, serta berkelanjutan tanpa bergantung pada dukungan donor jangka pendek. “Pada saat yang sama, isu perubahan iklim perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga mereka dapat memahami tantangan lingkungan dan upaya pencegahannya,” jelas Prof. Vina Adriany, Ph.D.

 

Menyoroti keterkaitan kedua isu tersebut, Koordinator Koalisi Nasional PAUD-HI, Dr. Irma Yuliantina, mengatakan bahwa seiring meningkatnya risiko terkait iklim, sistem PAUD yang didanai secara memadai dan tangguh menjadi semakin penting untuk memastikan layanan esensial bagi anak usia dini tetap berjalan sebelum, selama, dan setelah krisis. “Oleh karena itu, penguatan investasi di bidang PAUD sangat penting bukan hanya bagi perkembangan dan kesejahteraan anak, tetapi juga untuk membangun sistem yang mampu melindungi anak usia dini dengan lebih baik di tengah perubahan iklim,” ungkap Dr. Irma Yuliantina.

 

Dalam Forum ini, ARNEC juga meluncurkan strategi baru untuk periode 2026–2030 yang disusun dengan konsultasi bersama mitra di tingkat global, regional, dan nasional. Strategi ini akan menjadi panduan bagi ARNEC dalam bekerja sama dengan komunitas pengembangan anak usia dini di kawasan Asia-Pasifik.

 

“Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik berada pada titik krusial dan tidak bisa terus mengandalkan pendekatan yang sama seperti sebelumnya. Melalui pembelajaran bersama, dialog, dan kemitraan, ARNEC bersama para mitranya ingin mendorong aksi nyata yang terkoordinasi agar semakin banyak anak usia dini di kawasan ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutup Evelyn Santiago.

 

***

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

 

ARNEC

Neha Khator, Communications Officer, ARNEC | [email protected]

 

Tanoto Foundation

Patrick Hutajulu, External Communications Lead | [email protected]

 

 

Tentang Para Penyelenggara

 

Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC)

ARNEC is a network that advances the agenda on and investment in Early Childhood Development (ECD) in the Asia-Pacific region. Established in 2008, ARNEC’s vision is to ensure that all young children in Asia-Pacific realise optimal well-being and development. It works with partners and members in promoting holistic and inclusive ECD. ARNEC provides a platform for its various stakeholders such as government and non-governmental organisations, foundations, academia, development partners, and ECD practitioners to share and learn from each other’s policies, research and program practices.

 

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini merupakan unit organisasi di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI), di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Direktorat ini bertanggung jawab menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pendidikan anak usia dini, yang mencakup pengembangan peserta didik, kurikulum dan pembelajaran, sarana dan prasarana pendidikan, tata kelola dan manajemen, serta penilaian. Melalui pelaksanaan tugasnya, Direktorat berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini serta mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan proses belajar anak secara optimal di seluruh Indonesia.

 

Tanoto Foundation

Di Tanoto Foundation, kami mewujudkan potensi manusia, memberdayakan masyarakat,

dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 1981 oleh Sukanto

Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, Tanoto Foundation merupakan organisasi filantropi keluarga yang independen, dengan keyakinan bahwa setiap individu berhak memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi terbaiknya. Untuk itu, kami mendorong perubahan sistemik di bidang pendidikan dan kesehatan. Pendekatan kami berfokus pada dampak, kolaboratif, dan berbasis bukti. Kami berinvestasi untuk jangka panjang serta berupaya mengembangkan para pemimpin yang mampu mendorong hasil positif yang berkelanjutan.

 

Informasi lebih lanjut tersedia di www.tanotofoundation.org/en/.

 

SEAMEO-CECCEP
SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) merupakan pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berkedudukan di Indonesia. Didirikan pada 25 Juli 2017, SEAMEO CECCEP berfokus pada pengembangan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di Asia Tenggara melalui kegiatan penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas, pengelolaan pengetahuan, serta advokasi dan kemitraan. SEAMEO CECCEP bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung kesejahteraan serta tumbuh kembang anak usia dini dan keluarga di seluruh kawasan Asia Tenggara

 

 

Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif
Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif merupakan perkumpulan yang telah berkiprah selama 17 tahun, menghimpun berbagai organisasi dan individu yang memiliki komitmen bersama untuk memajukan pengembangan anak usia dini secara holistik dan integratif di Indonesia.

 

Koalisi mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mitra pembangunan, dan praktisi pengembangan anak usia dini untuk memperkuat kebijakan, program, dan praktik yang mendukung anak usia dini dan keluarganya. Koalisi juga membangun dan memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi di tingkat Asia-Pasifik serta organisasi non-pemerintah (NGO), baik lokal maupun regional, untuk memperluas jejaring, berbagi pengetahuan dan praktik baik, serta mendorong aksi bersama dalam mendukung pengembangan anak usia dini.

 

Koalisi secara aktif mengadvokasi pendekatan holistik dan integratif dalam pengembangan anak usia dini yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Melalui penguatan kemitraan, advokasi kebijakan, dan aksi kolektif di tingkat lokal, nasional, dan regional, Koalisi berkomitmen untuk memastikan setiap anak usia dini memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.Jakarta, 20 Oktober, 2026 - Sekitar 150 perwakilan pemerintah, pakar pengembangan anak usia dini, peneliti, praktisi, mitra pembangunan, dan organisasi filantropi dari seluruh kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Jakarta dalam kegiatan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development, yang berlangsung pada 20 hingga 22 Oktober.

Forum ini diselenggarakan oleh Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Tanoto Foundation, Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD-HI.

Mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific”, kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari Indonesia dan 15 negara lainnya, yaitu Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Pertemuan ini mendorong dialog dan kolaborasi regional untuk memperkuat sistem pengembangan anak usia dini melalui pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, dan perumusan langkah-langkah konkret.

Diskusi berfokus pada dua prioritas utama, yaitu penguatan sistem pengembangan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim serta mobilisasi pendanaan yang memadai, adil, dan berkelanjutan.

Kedua prioritas ini menjadi landasan penting untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya pada pembukaan Forum, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Ir. Suharti,M.A., Ph.D menyampaikan Kementerian sedang berupaya membangun koalisi yang kuat untuk anak-anak Indonesia.

 

“Salah satu inisiatif kebijakan utama yang saat ini sedang dikembangkan adalah penerapan wajib belajar satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD), yang selaras dengan prioritas nasional Wajib Belajar 13 Tahun. Program prioritas kementerian juga mencakup revitalisasi sekolah dan satuan PAUD untuk memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman dan memadai, serta perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) agar dapat menjangkau anak-anak di tingkat prasekolah,” sambung Suharti.

 

Sementara itu,  Executive Director ARNEC, Evelyn Santiago, menegaskan bahwa Kawasan Asia-Pasifik sangat rentan terhadap perubahan iklim. “Negara-negara di kawasan ini secara konsisten menempati peringkat teratas dalam Climate Risk Index. Sejak 2019, ARNEC telah menyuarakan kesadaran tentang dampak perubahan iklim terhadap anak usia dini, dan Regional Learning Forum ini merupakan bagian dari advokasi jangka panjang tersebut,” sebut Evelyn.

 

“Dengan mempertemukan pemerintah nasional, peneliti, mitra pembangunan, lembaga filantropi, guru, dan praktisi pengembangan anak usia dini, kami berharap dapat mengubah pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki menjadi aksi kolektif yang lebih kuat untuk membangun sistem pengembangan anak usia dini yang tangguh, responsif terhadap iklim, dan didukung dengan pendanaan berkelanjutan,” ujar Evelyn.

Selama tiga hari, Forum ini membahas berbagai aspek penguatan sistem pengembangan anak usia dini. Hari pertama berfokus pada pengembangan PAUD yang responsif terhadap iklim dan upaya melindungi anak dari risiko terkait iklim, termasuk melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hari kedua membahas pendanaan berkelanjutan, khususnya strategi untuk mempertahankan dan memperkuat investasi pada anak usia dini, serta pertukaran pengalaman antara perwakilan pemerintah dalam memobilisasi dan memanfaatkan sumber daya secara efektif.

Kemudian, hari ketiga mengangkat isu masa depan pendidikan anak usia dini melalui diskusi tentang kecerdasan buatan dan teknologi digital, serta pentingnya memberikan ruang bagi suara dan perspektif anak. 

Forum ini juga akan mengangkat kampanye Act for Early Years, sebuah gerakan global yang menyerukan akses terhadap layanan pengembangan anak usia dini, pengasuhan, dan pendidikan prasekolah yang berkualitas bagi semua anak perempuan dan laki-laki. Melalui kampanye ini, Forum turut mendorong para peserta untuk menandatangani ‘Minifesto’, sebuah seruan untuk meningkatkan perhatian dan investasi dalam pengembangan anak usia dini. Dukungan dari pejabat pemerintah dan peserta Forum akan dikonfirmasi setelah sesi terkait berlangsung.

 

Pada kesempatan yang sama, Head of Policy & Advocacy, Tanoto Foundation, Eddy Henry mengatakan bahwa investasi pada anak usia dini memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan. “Filantropi dapat melengkapi upaya pemerintah dengan mendukung penyediaan bukti, inovasi, dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan untuk menerjemahkan pendekatan yang terbukti efektif menjadi perbaikan yang berkelanjutan. Kami menyambut baik kesempatan untuk belajar bersama pemerintah dan para mitra di Asia Pasifik dalam forum ini,” ujar Eddy Henry,

 

Sementara, Widyaprada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Ir. Harris Iskandar Ph.D., menyoroti pentingnya pendanaan yang berkelanjutan dan tanggung jawab bersama. “Memastikan akses yang merata terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas membutuhkan pendanaan berkelanjutan dan tanggung jawab bersama. Pendanaan untuk anak usia dini seharusnya dilihat bukan sebagai sebuah pengeluaran tapi sebagai sebuah investasi bagi suatu negara”,” ujar Harris.


Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, Ph.D pada forum ini juga memaparkan sejumlah prioritas untuk memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Asia Tenggara. Prioritas tersebut mencerminkan kontribusi SEAMEO CECCEP dalam mendorong implementasi ‘ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on ECCE’ melalui penelitian dan pengembangan, penguatan kapasitas, serta kemitraan regional.

 

Memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini tidak hanya membutuhkan peningkatan kualitas layanan, tetapi juga penyelesaian tantangan struktural yang mempengaruhi keberlanjutan dan pemerataan akses. Pendanaan perlu didukung oleh kerangka hukum yang kuat, menjangkau anak-anak dan masyarakat secara merata, serta berkelanjutan tanpa bergantung pada dukungan donor jangka pendek. “Pada saat yang sama, isu perubahan iklim perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga mereka dapat memahami tantangan lingkungan dan upaya pencegahannya,” jelas Prof. Vina Adriany, Ph.D.

 

Menyoroti keterkaitan kedua isu tersebut, Koordinator Koalisi Nasional PAUD-HI, Dr. Irma Yuliantina, mengatakan bahwa seiring meningkatnya risiko terkait iklim, sistem PAUD yang didanai secara memadai dan tangguh menjadi semakin penting untuk memastikan layanan esensial bagi anak usia dini tetap berjalan sebelum, selama, dan setelah krisis. “Oleh karena itu, penguatan investasi di bidang PAUD sangat penting bukan hanya bagi perkembangan dan kesejahteraan anak, tetapi juga untuk membangun sistem yang mampu melindungi anak usia dini dengan lebih baik di tengah perubahan iklim,” ungkap Dr. Irma Yuliantina.

 

Dalam Forum ini, ARNEC juga meluncurkan strategi baru untuk periode 2026–2030 yang disusun dengan konsultasi bersama mitra di tingkat global, regional, dan nasional. Strategi ini akan menjadi panduan bagi ARNEC dalam bekerja sama dengan komunitas pengembangan anak usia dini di kawasan Asia-Pasifik.

 

“Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik berada pada titik krusial dan tidak bisa terus mengandalkan pendekatan yang sama seperti sebelumnya. Melalui pembelajaran bersama, dialog, dan kemitraan, ARNEC bersama para mitranya ingin mendorong aksi nyata yang terkoordinasi agar semakin banyak anak usia dini di kawasan ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutup Evelyn Santiago.

 

***

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

 

ARNEC

Neha Khator, Communications Officer, ARNEC | [email protected]

 

Tanoto Foundation

Patrick Hutajulu, External Communications Lead | [email protected]

 

 

Tentang Para Penyelenggara

 

Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC)

ARNEC is a network that advances the agenda on and investment in Early Childhood Development (ECD) in the Asia-Pacific region. Established in 2008, ARNEC’s vision is to ensure that all young children in Asia-Pacific realise optimal well-being and development. It works with partners and members in promoting holistic and inclusive ECD. ARNEC provides a platform for its various stakeholders such as government and non-governmental organisations, foundations, academia, development partners, and ECD practitioners to share and learn from each other’s policies, research and program practices.

 

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini merupakan unit organisasi di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI), di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Direktorat ini bertanggung jawab menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pendidikan anak usia dini, yang mencakup pengembangan peserta didik, kurikulum dan pembelajaran, sarana dan prasarana pendidikan, tata kelola dan manajemen, serta penilaian. Melalui pelaksanaan tugasnya, Direktorat berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini serta mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan proses belajar anak secara optimal di seluruh Indonesia.

 

Tanoto Foundation

Di Tanoto Foundation, kami mewujudkan potensi manusia, memberdayakan masyarakat,

dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 1981 oleh Sukanto

Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, Tanoto Foundation merupakan organisasi filantropi keluarga yang independen, dengan keyakinan bahwa setiap individu berhak memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi terbaiknya. Untuk itu, kami mendorong perubahan sistemik di bidang pendidikan dan kesehatan. Pendekatan kami berfokus pada dampak, kolaboratif, dan berbasis bukti. Kami berinvestasi untuk jangka panjang serta berupaya mengembangkan para pemimpin yang mampu mendorong hasil positif yang berkelanjutan.

 

Informasi lebih lanjut tersedia di www.tanotofoundation.org/en/.

 

SEAMEO-CECCEP
SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) merupakan pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berkedudukan di Indonesia. Didirikan pada 25 Juli 2017, SEAMEO CECCEP berfokus pada pengembangan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di Asia Tenggara melalui kegiatan penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas, pengelolaan pengetahuan, serta advokasi dan kemitraan. SEAMEO CECCEP bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung kesejahteraan serta tumbuh kembang anak usia dini dan keluarga di seluruh kawasan Asia Tenggara

 

 

Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif
Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif merupakan perkumpulan yang telah berkiprah selama 17 tahun, menghimpun berbagai organisasi dan individu yang memiliki komitmen bersama untuk memajukan pengembangan anak usia dini secara holistik dan integratif di Indonesia.

 

Koalisi mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mitra pembangunan, dan praktisi pengembangan anak usia dini untuk memperkuat kebijakan, program, dan praktik yang mendukung anak usia dini dan keluarganya. Koalisi juga membangun dan memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi di tingkat Asia-Pasifik serta organisasi non-pemerintah (NGO), baik lokal maupun regional, untuk memperluas jejaring, berbagi pengetahuan dan praktik baik, serta mendorong aksi bersama dalam mendukung pengembangan anak usia dini.

 

Koalisi secara aktif mengadvokasi pendekatan holistik dan integratif dalam pengembangan anak usia dini yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Melalui penguatan kemitraan, advokasi kebijakan, dan aksi kolektif di tingkat lokal, nasional, dan regional, Koalisi berkomitmen untuk memastikan setiap anak usia dini memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Share This News

Comment