Bandung, Indonesia, 2 Agustus 2026 – SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) secara resmi menyambut delegasi Divisi PERMATA Malaysia dalam kegiatan Pelatihan Regional Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Hak Anak melalui Modul Our Happy Neighbourhood (OHN) yang diselenggarakan pada 2–7 Agustus 2026 di Bandung, Indonesia.
Delegasi Malaysia terdiri atas dua belas peserta yang dipimpin oleh Noor Azila Binti Fadzin, didampingi oleh Rosnani Binti Daud, Mohd Imrizal Bin Abdul Aziz, Uthayacshantni A/P Saigran, Salmirah Binti Mohd Jaafar, Tengku Mazira Binti Tengku Muda, Suriati Binti Shapiai, Nurul Hafeezah Binti Abdullah, Nur Aqilah Binti Abd Ghafar, Nurul Farhana Binti Muzapar, Nur Nadiah Binti Azmi, dan Siti Fatimah Binti Mohamed Ani.
Program pelatihan selama enam hari ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pendidik dalam menerapkan pendekatan berbasis hak anak pada pendidikan anak usia dini melalui Modul Our Happy Neighbourhood (OHN), sekaligus mempererat kolaborasi regional serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, menegaskan bahwa kunjungan ini lebih dari sekadar sebuah program pelatihan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk memperkuat kemitraan sekaligus mendorong pembelajaran bersama di antara negara-negara Asia Tenggara dalam memajukan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas.
Prof. Vina juga menyoroti pentingnya ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education yang diluncurkan pada awal tahun ini melalui kolaborasi antara Sekretariat ASEAN, Sekretariat SEAMEO, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia menyebut roadmap tersebut sebagai pencapaian bersejarah karena menjadi kerangka kerja pertama yang diinisiasi oleh kawasan Asia Tenggara untuk memajukan pendidikan anak usia dini.
Lebih lanjut, Prof. Vina menekankan bahwa peluncuran roadmap tersebut hanyalah langkah awal. Keberhasilan implementasinya bergantung pada kolaborasi yang kuat antarnegera di kawasan. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan nilai budaya serta visi dalam pendidikan, sehingga pelatihan ini menjadi wadah yang ideal untuk bertukar pengalaman, merayakan keberagaman, dan saling belajar. Prof. Vina kembali menegaskan pentingnya investasi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpusat pada anak guna mendukung tumbuh kembang mereka secara holistik.
Selama pelaksanaan program, para peserta akan mengikuti lokakarya interaktif, diskusi reflektif, serta kunjungan lapangan ke taman kanak-kanak di Bandung untuk mengamati secara langsung praktik-praktik pendidikan berbasis hak anak sekaligus berbagi pengalaman dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.
Mewakili delegasi Malaysia, Noor Azila Binti Fadzin, selaku Ketua Delegasi PERMATA Malaysia, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh SEAMEO CECCEP.
"Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat SEAMEO atas dukungan yang begitu besar serta sambutan hangat yang diberikan kepada kami. Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kemitraan yang berkelanjutan."
Pelatihan regional ini mencerminkan komitmen bersama SEAMEO CECCEP dan PERMATA Malaysia dalam memperkuat kerja sama regional serta mendorong terwujudnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada anak di kawasan Asia Tenggara. Melalui inisiatif ini, kedua institusi kembali menegaskan dedikasinya untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak melalui penguatan kapasitas pendidik dan penerapan pendekatan berbasis hak anak di seluruh kawasan.
Share This News