Mewujudkan Pembelajaran PAUD yang Bermakna dan Berpusat pada Anak: SEAMEO CECCEP dan Yasarini Perkuat Kapasitas Guru melalui Pembelajaran Mendalam

SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) berkolaborasi dengan Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada anak.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring (online) melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sebanyak 225 guru PAUD Yasarini, yang terbagi dalam dua batch, yaitu 110 peserta pada Batch I dan 115 peserta pada Batch II. Para peserta merupakan guru dari satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan secara daring menjadi strategi penting untuk memastikan pemerataan akses pengembangan kompetensi guru, khususnya bagi pendidik PAUD yang berada di berbagai daerah. Melalui pendekatan ini, guru dari berbagai wilayah dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam di satuan pendidikan masing-masing.

Kolaborasi antara SEAMEO CECCEP dan Yasarini ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan kapasitas pendidik. Guru memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, sehingga peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas.

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami informasi, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dan merefleksikan pengalaman belajarnya secara bermakna. Pada jenjang PAUD, pendekatan ini menekankan pentingnya pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik anak, melalui aktivitas yang aktif, eksploratif, kontekstual, serta memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kepakaran dalam bidang pendidikan dan praktik pembelajaran PAUD, yaitu Rita Nurunnisa, M.Pd. dari IKIP Siliwangi; Ressy Rizki Chairani, M.Pd. dari TK Paramount School Palembang; Mimin Mintarsih, M.Pd. dari TK Rumah Bunda Islamic Preschool; Novita Deviyanti, S.Pd.I., M.Pd. dari TK Islam Darul Qalam Kota Bekasi; Euis Agung Sari, M.Pd. dari TK Patra II; Sulistiyaningsih, M.Pd. dari TK IT Bhakti Insani; serta Desi Ermayani, M.Pd. dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat.

Para narasumber memberikan penguatan kepada peserta mengenai berbagai aspek penting dalam implementasi Pembelajaran Mendalam pada jenjang PAUD. Materi pelatihan diawali dengan penguatan growth mindset sebagai fondasi bagi guru untuk membangun sikap terbuka terhadap perubahan, inovasi, dan pengembangan praktik pembelajaran secara berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kerangka Pembelajaran Mendalam, termasuk tiga dimensi utama pengalaman belajar, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Ketiga dimensi tersebut membantu guru merancang pembelajaran yang tidak berhenti pada proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendorong anak untuk menghubungkan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Pelatihan juga membahas tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Prinsip berkesadaran menekankan pentingnya keterlibatan aktif anak dalam proses belajar, prinsip bermakna mendorong pembelajaran yang relevan dengan pengalaman anak, sementara prinsip menggembirakan memastikan proses belajar berlangsung dalam suasana positif dan menyenangkan.

Selain penguatan konsep, peserta juga mempelajari empat komponen utama implementasi Pembelajaran Mendalam pada jenjang PAUD, meliputi praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Keempat komponen tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung perkembangan anak secara holistik.

Dalam aspek praktik, peserta dilatih untuk menyusun perencanaan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler berbasis Pembelajaran Mendalam, mengembangkan media pembelajaran berupa media digital maupun Alat Permainan Edukatif (APE), serta menyusun asesmen autentik yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Peserta juga melakukan praktik implementasi pembelajaran dan refleksi sebagai bagian dari proses evaluasi serta penguatan kompetensi profesional guru.

Kegiatan refleksi menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan ini. Melalui kegiatan self-assessment, peserta diajak untuk mengidentifikasi pemahaman baru yang diperoleh, mengevaluasi praktik pembelajaran yang telah dilakukan, serta merancang strategi penerapan Pembelajaran Mendalam di kelas masing-masing.

Melalui pelatihan ini, peserta menghasilkan berbagai luaran, antara lain rancangan pembelajaran intrakurikuler, perencanaan kegiatan kokurikuler, pengembangan media pembelajaran berbasis digital dan APE, instrumen asesmen autentik, serta refleksi implementasi Pembelajaran Mendalam. Luaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

SEAMEO CECCEP berharap kolaborasi bersama Yasarini dapat terus berkembang sebagai bentuk kemitraan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidik PAUD di Indonesia. Dengan semakin kuatnya kapasitas guru, diharapkan satuan PAUD mampu menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Share This News

Comment