Bandung 20-22 April 2026- SEAMEO CECCEP menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Strategis Komunikasi melalui Media Digital dan Media Cetak dalam Rangka Pelaksanaan Program Knowledge Management SEAMEO CECCEP Tahun 2026” selama tiga hari sebagai upaya memperkuat strategi diseminasi pengetahuan dan publikasi lembaga. Kegiatan ini diikuti oleh staf SEAMEO CECCEP dan Intern.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Zein Permana, Bareyn Mochaddin, dan Silmia Putri, yang membahas berbagai pendekatan strategis dalam komunikasi digital, produksi konten, serta pemanfaatan multi-platform.
Pada hari pertama, sesi yang dibawakan oleh Zein Permana menyoroti pentingnya transformasi diseminasi informasi melalui platform digital yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa media sosial bukan sekadar ruang untuk meningkatkan popularitas, tetapi merupakan sarana strategis untuk mencapai dampak nyata, seperti membangun kepercayaan dan mendorong aksi audiens. Keberhasilan konten, menurutnya, tidak ditentukan oleh jumlah pengikut atau tingkat engagement semata, melainkan dari efektivitasnya dalam menghasilkan “closing” atau hasil konkret.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa strategi konten harus memiliki arah yang jelas dengan mengombinasikan tiga jenis utama, yaitu edukasi, relatable, dan authority. Ketiganya berperan penting dalam membangun kepercayaan, kedekatan emosional, serta positioning lembaga. Selain itu, pentingnya brand personality, konsistensi visual, serta pemilihan platform yang tepat juga menjadi kunci dalam menciptakan komunikasi digital yang efektif dan terarah.
Pada hari kedua, Bareyn Mochaddin menekankan bahwa tujuan utama konten bukanlah untuk menjadi viral, melainkan menyampaikan informasi yang tepat kepada audiens yang tepat. Ia menggarisbawahi pentingnya memahami target audiens secara spesifik, termasuk kebutuhan, masalah, serta preferensi mereka. Tanpa hal tersebut, konten berpotensi tidak tepat sasaran meskipun memiliki kualitas informasi yang baik.
Dalam sesi ini juga dibahas pentingnya penggunaan pendekatan storytelling, bahasa sederhana, serta format visual yang menarik agar pesan dapat diterima dengan lebih efektif. Strategi seperti AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) turut diperkenalkan sebagai kerangka dalam membangun alur konten yang mampu menarik perhatian hingga mendorong tindakan audiens.
Sementara itu, Silmia Putri menguraikan pentingnya strategi multi-platform dalam mendiseminasi informasi. Ia menjelaskan bahwa satu sumber pengetahuan, seperti jurnal atau hasil riset, dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk konten, mulai dari artikel website, media sosial, podcast, hingga newsletter dan media cetak. Setiap platform memiliki fungsi berbeda, mulai dari membangun kredibilitas, memperluas jangkauan, hingga meningkatkan loyalitas audiens.
Pendekatan ini memungkinkan informasi yang kompleks menjadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh berbagai segmen audiens, termasuk masyarakat umum, praktisi, maupun akademisi. Selain itu, perencanaan konten melalui kalender dan pembagian peran tim menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi dan kualitas publikasi.
Pada hari ketiga sekaligus penutupan, ditekankan pentingnya penyusunan strategi branding dan komunikasi yang terstruktur dan terukur. Penguatan sistem, khususnya pada platform digital seperti website, menjadi langkah penting agar seluruh output lembaga dapat diakses publik secara luas serta memiliki indikator evaluasi yang jelas.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya integrasi antar divisi, konsistensi komunikasi, serta komitmen tim dalam menjaga kualitas dan profesionalisme lembaga. Di tengah tantangan keterbatasan sumber daya, optimalisasi strategi konten dan kolaborasi internal menjadi kunci dalam meningkatkan dampak komunikasi.
Melalui kegiatan ini, SEAMEO CECCEP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem knowledge management yang adaptif, strategis, dan berdampak luas. Dengan pendekatan komunikasi yang lebih terarah dan berbasis audiens, diharapkan hasil riset, program, dan inovasi yang dihasilkan dapat lebih mudah diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Share This News