Short Course Mindful Parenting

Cimahi, 24 juni 2022- SEAMEO CECCEP menyelenggarakan Short Course : Mindful Parenting yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan ilmu mengenai pengasuhan yang positif pada anak. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 50 peserta yang terdiri dari para guru taman kanak-kanak. Narasumber Short Course yaitu Dr. Tina Hayati Dahlan SPsi M.Pd 

Dr. Tina menyampaikan bahwa dalam mindful parenting merupakan keterampilan pengasuhan yang menerapkan konsep mindfulness dalam aspek pengasuhan. Mindful parenting ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pengasuhan orangtua dengan perhatian lebih dan sadar terhadap segala aktivitas yang berkaitan dengan pengasuhan. 

Orang Tua harus sadar akan perannya sebagai orangtua, maupun sadar dan perhatian atas tindakan pengasuhan pada anak. Salah satu prinsip pengasuhan dengan prinsip welas asih. Prinsip welas asih lahir dari penerimaan diri orang tua sendiri terhadap kondisi internal kognisi dan emosionalnya yang berdampak pada penerimaan diri anak. Orangtua memenuhi kebutuhan anak dan memberikan kenyamanan bagi anak ketika mengalami kesulitan di samping mengembangkan konsep kasih sayang dalam keluarga yang akan berdampak pada lahirnya anak-anak yang peduli kepada sesama.

Dr Tina juga menjelaskan bahwa mindful parenting menekankan kepada 4 (empat) dimensi pengasuhan yaitu 1). Dimensi mendengarkan dengan penuh perhatian, 2). Dimensi memahami ekspektasi dan atribut orang tua terhadap anak, 3). Dimensi kesadaran emosi diri orang tua, 4). Dimensi regulasi diri dalam mengelola otomatis orang tua terhadap perilaku anak.

Pertama, dimensi mendengarkan dengan penuh perhatian dimaknai bahwa dalam pengasuhan menggabungkan kemampuan mendengarkan dengan kualitas perhatian dan kesadaran. Artinya bahwa orangtua yang penuh perhatian peka terhadap isi percakapan serta nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh anak mereka, untuk berhasil mendeteksi kebutuhan anak. 

Kedua, dimensi penerimaan tanpa hukuman terhadap anak diartikan bahwa orangtua tidak boleh menghakimi anak. Orangtua harus sadar anak sebagaimana adanya dan menghargai setiap usaha yang dilakukan anak. Orangtua juga tidak diperbolehkan untuk memberi label atas setiap perilaku anak.

Ketiga, pengendalian emosi diri dan anak diartikan bahwa orangtua harus sadar akan emosi dalam diri mereka dan anak mereka. Jika orang tua dapat mengidentifikasi emosi mereka sendiri dan anak mereka dengan membawa kesadaran penuh ke dalam interaksi, orangtua akan dapat membuat pilihan secara sadar tentang bagaimana merespons, daripada bereaksi secara otomatis seperti marah.  Penelitian menyebutkan bahwa semakin matang emosional yang dimiliki orangtua maka akan mempengaruhi kematangan emosi anak ketika dewasa nanti.

Keempat, regulasi emosi dimaknai sebagai suatu upaya orangtua untuk memiliki kemampuan mengontrol diri sendiri saat berinteraksi dengan anak khususnya reaksi anak. Ketika anak sedang marah, biasanya orang tua bereaksi dan merespon amarah anak dengan emosional namun disini orangtua harus berhenti sejenak dan mengatur emosinya dengan baik.

Jadi sudah siapkah anda menerapkan mindful parenting dalam pengasuhan!

Share This News